Perkembangan Media Sosial di Indonesia dan Dampaknya

Siapa yang tidak menggunakan media sosial ? Rasanya hanya segelintir orang yang tidak memiliki sosial media di zaman yang serba digital ini. Bahkan anak-anak pun setidaknya mengenali beberapa media sosial yang terkenal. Sebut saja Youtube, Instagram, Twitter, Facebook dan media sosial untuk bertukar pesan seperti WhatsApp dan Line. Selain itu, media sosial lain yang cukup banyak digunakan adalah layanan blog. Contoh blog adalah WordPress, Blogger dan https://www.xpskin.net . Meskipun berbentuk tulisan, konten yang disajikan di dalam blog sangat beragam.

Berbicara tentang media sosial,  Indonesia menempati posisi sebagai salah satu pengguna media sosial terbanyak di dunia.

Tentu hal ini menjadi pertanyaan baru. Bagaimana bisa Indonesia menempati posisi tersebut ?  Bagaimana perkembangan media sosial di Indonesia ?

Perkembangan media sosial di Indonesia diikuti oleh pesatnya perkembangan akses internet dan infrastruktur pendukungnya seperti jaringan fiber dan WiFi. Pada tahun 2012, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa sebanyak kurang lebih 63 juta orang terhubung ke internet dan 95 persen aktivitas yang dilakukan adalah mengakses media sosial. Hal ini juga didukung dengan perangkat internet mobile seperti smartphone yang semakin terjangkau harganya sehingga pengguna yang dapat mengakses internet menjadi lebih banyak.

Bisa dibayangkan, kan ? Berapa banyak jumlah masyarakat Indonesia yang terhubung ke internet ditahun 2020 saat ini ?

Faktor lain yang menyebabkan Indonesia merupakan pengguna media sosial yang aktif adalah faktor demografi. Saat ini Indonesia mengalami masa bonus demografi, artinya jumlah masyarakat berusia produktif lebih banyak dibandingkan yang tidak produktif. Pengguna internet terbanyak di Indonesia didominasi oleh masyarakat yang berusia 16 sampai 25 tahun dan inilah yang menyebabkan jumlah pengguna media sosial di Indonesia menempati posisi yang cukup besar.

Saat ini, media sosial juga tidak hanya digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dan  bersosialisasi. Banyak orang menggunakan media sosial sebagai media untuk memasarkan produk. Hal ini dilakukan pebisnis untuk menekan biaya pemasaran dan membuat aktivitas penjualan menjadi lebih mudah. Selain itu, pemerintah juga menggunakan media sosial sebagai media untuk menginformasikan sesuatu kepada masyarakat. Baik pemerintah maupun masyarakat tentunya merasa terbantu dengan penggunaan media sosial ini.

Seiring maraknya penggunaan media sosial di masyarakat, selain dampak positif yang dapat dirasakan, media sosial juga memiliki dampak negatif. Pengguna media sosial yang merupakan masyarakat berusia produktif lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial daripada bersosialisasi secara langsung dengan orang-orang disekitarnya. Selain itu, karena kemudahan mengakses media sosial banyak anak-anak yang secara tidak langsung terpengaruh oleh konten-konten negatif yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, diharapkan bimbingan oleh orang tua maupun orang disekitarnya agar dapat mengawasi anak-anak tersebut demi masa depannya dan juga masa depan bangsa Indonesia.

Sejatinya, media sosial adalah media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Tetapi jangan sampai media sosial malah menjadi media untuk mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang sudah dekat, ya!