Tips Memaksimalkan Foto Produk

Ada yang bilang bahwa sebuah foto mengandung ribuan cerita. Diera serba digital seperti saat ini, foto dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam pemasaran sebuah produk, terutama bagi para penjual online. Foto produk yang bagus tidak hanya menyampaikan ribuan cerita, tetapi juga diharapkan dapat mengundang ribuan pelanggan. Sesuai dengan sebutannya, foto produk dibuat untuk menonjolkan produk tersebut agar menarik perhatian. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa untuk membuat produk terkesan hidup dalam sebuah foto, diperlukan peralatan canggih yang mumpuni. Tapi jangan khawatir. Alat yang telah kita miliki juga dapat digunakan sebaik mungkin jika mengetahui triknya, lho ! Lalu, bagaimana caranya ?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memotret produk dan memublikasikannya ke media elektronik maupun media sosial. Salah satunya mengetahui jenis serta fungsi dari produk tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari “salah konsep” terhadap foto produk tersebut. Dengan konsep foto yang baik, spesifikasi serta keunggulan dari produk pun dapat ditonjolkan secara maksimal sesuai keinginan kita. Setelah mengetahui konsep yang akan digunakan, berikut beberapa tips dan daftar peralatan yang dapat menunjang hasil foto produk kita.

  1. Dengan kamera smartphone, hasil foto pun bisa setara dengan kamera DSLR

Tak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk membeli kamera DSLR. Umumnya kamera smartphone telah memiliki resolusi diatas 5 megapiksel. Hasil foto dengan resolusi tersebut sudah cukup baik untuk memotret produk yang akan dijual. Kita hanya perlu memaksimalkan pengaturan pada kamera tersebut, seperti mengubah kualitas gambar menjadi kualitas yang terbaik, pengaturan ISO yang sesuai, pengaturan kontras dan saturasi warna, dan sebagainya. Gunakan tripod untuk menjaga keseimbangan kamera agar hasil foto tidak buram karena gerakan.

  1. Tidak perlu menyewa studio foto, kita bisa menggunakan perlengkapan seadanya untuk dijadikan latar foto

Latar putih dianggap dapat menonjolkan detail dari produk. Manfaatkan kertas karton putih atau HVS dan selotip untuk membuat studio mini. Agar latar terlihat sempurna, dianjurkan untuk melengkungkan kertas. Produkpun akan terlihat lebih fokus.

 

  1. Pencahayaan yang baik membantu foto produk tampak hidup

Cahaya utama bisa didapat dari cahaya matahari langsung maupun lampu tambahan. Penggunaan cahaya matahari sebagai pencahayaan utama baiknya dilakukan diluar ruangan saat pagi hari sebelum pukul 10 pagi atau pada sore hari antara pukul 4 hingga 5 sore untuk menghindari hasil foto dengan pencahayaan yang terlalu tajam. Sedangkan penggunaan lampu tambahan  cocok digunakan didalam ruangan atau bersamaan dengan studio mini. Jika menggunakan kamera smartphone, tidak disarankan menggunakan lampu flash karena cahaya yang didapat tidak terlihat alami dan hanya bertumpu pada satu titik fokus.

  1. Jangan hanya memotret produk satu atau dua kali. Ambillah beberapa foto dengan sudut berbeda untuk memberi gambaran lebih kepada calon pelanggan

Foto produk terbaik adalah saat foto tersebut dapat merepresentasikan produk secara keseluruhan kepada calon pelanggan. Pilihlah foto produk terbaik untuk memberikan gambaran kepada calon pelanggan meskipun produk belum ada ditangan mereka. Jika produk tersebut adalah makanan, sebaiknya dipotret dari atas. Apabila produk yang dijual adalah pakaian, gunakan model atau manekin sebagai gambaran mengenai pakaian tersebut dan sesuaikan sudut potret agar telihat secara keseluruhan

  1. Editlah foto produk seperlunya, jangan semaunya

Tidak ada salahnya mengedit hasil foto dengan tujuan untuk mempertegas produk tersebut. Pengeditan yang berlebihan akan membuat foto produk terlihat palsu dan akan membuat calon pelanggan merasa tertipu.

Jangan termakan omongan bahwa menciptakan foto produk yang bagus hanya bisa menggunakan peralatan mahal. Jika keuntungan dari penjualan produk tersebut tidak lebih banyak dibandingkan modal yang dikeluarkan untuk peralatan memotret produk tersebut, bukankah jadi terkesan sia-sia ? Yuk, minimalkan modal dan maksimalkan keuntungannya. Semoga bermanfaat !